JAKARTA – Pembahasan mengenai kemiskinan dan kesejahteraan kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberhasilan Indonesia menekan angka kemiskinan ekstrem dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Pemerintah masih menjalankan berbagai program untuk menurunkan kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Di tingkat rumah tangga, kondisi ekonomi tidak selalu bisa diukur hanya melalui nominal penghasilan bulanan. Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, memiliki cadangan keuangan, memperoleh pendidikan, hingga menikmati kebutuhan nonpokok juga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kesejahteraan seseorang.
Mengutip GoBankingRates, terdapat sejumlah kondisi yang sering dikaitkan dengan kelompok kelas bawah maupun menengah bawah. Indikator tersebut tidak bersifat mutlak, tetapi dapat menjadi gambaran mengenai seberapa kuat kondisi finansial seseorang.
1. Kesulitan Memperoleh Hunian yang Layak
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama dengan beban biaya yang cukup besar bagi rumah tangga. Ketika seseorang kesulitan mendapatkan hunian yang aman, nyaman, serta berada di lingkungan yang memadai, kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya keterbatasan kemampuan ekonomi.
Tekanan biasanya semakin terasa ketika sebagian besar pendapatan harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan pokok lainnya. Akibatnya, dana yang tersisa untuk kebutuhan pendidikan, tabungan, investasi atau keperluan tidak terduga menjadi semakin kecil.
2. Penghasilan Bergantung pada Pekerjaan Berupah Rendah
Pekerjaan juga sering menjadi salah satu faktor yang digunakan untuk menggambarkan posisi ekonomi. Sejumlah profesi seperti pekerja ritel, pelayan restoran, sopir truk, pekerja manufaktur maupun petugas kebersihan umumnya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah dibandingkan jabatan manajerial atau pekerjaan spesialis.
CEO Salarship Nathan Brunner menyebut posisi manajerial maupun pekerjaan spesialis sebagai salah satu gambaran pekerjaan yang umumnya berada di kelompok kelas menengah.
Meski begitu, jenis pekerjaan tidak dapat dijadikan ukuran tunggal. Profesi seperti guru, perawat, akuntan dan pekerja teknologi informasi dapat memiliki kondisi ekonomi yang berbeda. Senioritas, keterampilan, sertifikasi, lokasi pekerjaan serta besaran pendapatan ikut menentukan posisi finansial seseorang.
3. Tidak Memiliki Dana Cadangan dan Investasi
Kondisi finansial juga dapat dilihat dari kemampuan seseorang menyisihkan sebagian penghasilannya. Tabungan dan investasi berfungsi sebagai perlindungan ketika menghadapi kebutuhan mendadak sekaligus membantu membangun aset untuk masa depan.
Persoalan muncul ketika seluruh penghasilan habis untuk kebutuhan rutin. Dalam situasi seperti ini, seseorang cenderung kesulitan membentuk dana darurat, menyiapkan tabungan jangka panjang maupun mempersiapkan kebutuhan pensiun.
Ketiadaan cadangan keuangan membuat kondisi rumah tangga lebih rentan ketika menghadapi pengeluaran tak terduga.
4. Pengeluaran di Luar Kebutuhan Pokok Terasa Berat
Kemampuan menikmati pengeluaran non-esensial juga dapat memberikan gambaran mengenai ruang finansial seseorang. Aktivitas seperti makan di luar, berlibur, membeli barang baru atau menikmati hiburan membutuhkan anggaran tambahan di luar kebutuhan utama.
Jika setiap pengeluaran tersebut harus dipertimbangkan dengan sangat ketat karena keterbatasan dana, kondisi itu dapat menunjukkan bahwa ruang finansial rumah tangga relatif sempit.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki anggaran lebih longgar biasanya mempunyai fleksibilitas lebih besar untuk mengalokasikan uang pada kebutuhan rekreasi. Meski demikian, keputusan untuk berhemat atau memilih gaya hidup sederhana tidak otomatis menunjukkan kondisi ekonomi rendah karena pengelolaan keuangan setiap orang berbeda.
5. Akses ke Pendidikan Tinggi Terbatas
Pendidikan tinggi turut berkaitan dengan peluang mobilitas ekonomi. Akses terhadap perguruan tinggi dapat membuka kesempatan memperoleh pekerjaan dengan jenjang karier serta penghasilan yang lebih tinggi.
Sebaliknya, biaya pendidikan yang mahal maupun keterbatasan akses dapat menjadi hambatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
Karena itu, kemampuan membiayai pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu aspek yang ikut menggambarkan kapasitas finansial sebuah keluarga.
Bukan Ukuran Mutlak Kelas Ekonomi
Kelima indikator tersebut tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menetapkan seseorang sebagai bagian dari kelas bawah atau kelas menengah. Kondisi ekonomi setiap rumah tangga dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan.
Pendapatan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, biaya hidup, kepemilikan aset, utang, lokasi tempat tinggal serta akses terhadap layanan publik semuanya dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan.
Dengan demikian, melihat kondisi ekonomi masyarakat membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Besarnya penghasilan memang penting, tetapi kemampuan memenuhi kebutuhan, menghadapi keadaan darurat dan membangun keamanan finansial dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting dari gambaran kesejahteraan.













