INDOSAHAM
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Home
  • SAHAM
    • BERITA SAHAM
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
  • PASAR MODAL
  • EKONOMI
  • INVESTASI
  • TRADING
  • Tech
  • MARKET
  • LAINNYA
INDOSAHAM
  • Home
  • SAHAM
    • BERITA SAHAM
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
  • PASAR MODAL
  • EKONOMI
  • INVESTASI
  • TRADING
  • Tech
  • MARKET
  • LAINNYA
No Result
View All Result
INDOSAHAM
No Result
View All Result
Home Markets

IHSG Menguat 0,37 Persen, Pasar Cermati China dan Wall Street

by Romi Septiansyah
Agustus 22, 2026
in Markets
0
IHSG Menguat 0,37 Persen, Pasar Cermati China dan Wall Street

IHSG Menguat 0,37 Persen, Pasar Cermati China dan Wall Street

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat dengan penguatan. Sentimen positif dari bursa Asia turut menopang pergerakan pasar saham Indonesia, sementara investor masih mencermati perkembangan ekonomi global serta sejumlah agenda kebijakan dalam dan luar negeri.

IHSG ditutup naik 24,10 poin atau 0,37 persen ke level 6.525,69. Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang bertambah 5,85 poin atau 0,92 persen menjadi 644,59.

RelatedPosts

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

Bitcoin’s Main Rival Ethereum Hits A Fresh Record High: $425.55

Bursa Asia dan Data Jepang Jadi Perhatian

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai penguatan pasar saham Asia turut memberikan sentimen positif bagi IHSG. Pelaku pasar merespons sejumlah indikator ekonomi Jepang sekaligus menunggu agenda kebijakan China.

Salah satu data yang menjadi perhatian adalah PMI Manufaktur S&P Global Jepang. Pada Agustus 2026, indeks tersebut meningkat menjadi 55,1, dari 54,5 pada Juli 2026.

Kinerja tersebut memperpanjang ekspansi aktivitas manufaktur Jepang menjadi delapan bulan berturut-turut. Pertumbuhan pada Agustus juga menjadi yang terkuat sejak April 2026.

Kondisi industri semakin ditopang oleh peningkatan pesanan baru dengan laju tercepat sejak Januari 2018. Penjualan ke pasar ekspor turut mencatat pertumbuhan paling kuat sejak awal 2018.

Investor Menanti Agenda Ekonomi China

Perhatian berikutnya tertuju ke China. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional dijadwalkan menggelar pertemuan di Beijing pada 25-28 Agustus 2026.

Pasar mengharapkan adanya arah kebijakan tambahan setelah sejumlah indikator ekonomi China untuk Juli 2026 menunjukkan pelemahan. Perkembangan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi investor dalam membaca prospek ekonomi kawasan.

Di Amerika Serikat, pergerakan Wall Street masih dibayangi volatilitas. Sejumlah keputusan Departemen Keuangan AS kembali menyoroti persoalan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah tenor panjang.

Menurut Nico, tingginya biaya pembiayaan pemerintah dapat memberikan tekanan yang lebih luas terhadap perekonomian sekaligus pasar saham. Kondisi tersebut berlangsung setelah periode panjang inflasi serta tingginya belanja pemerintah.

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan AS-Iran

Sentimen dari pasar komoditas juga menjadi perhatian. Harga minyak mentah melanjutkan kenaikan ketika Amerika Serikat bersiap menerapkan sanksi ekonomi baru yang lebih luas terhadap Iran.

Ketegangan kedua negara masih berkaitan dengan sengketa atas Selat Hormuz. Pemerintah AS disebut tengah menyiapkan langkah untuk mempersempit akses Iran terhadap sistem ekonomi internasional.

Kebijakan tersebut mencakup upaya membatasi hubungan Teheran dengan jaringan keuangan dan perdagangan global, termasuk bank, perusahaan, registrasi kapal, transfer dana, hingga jaringan penyelundupan.

Defisit NPI Indonesia Menyusut

Dari domestik, Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit 900 juta dolar AS pada triwulan II 2026.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 9,1 miliar dolar AS pada triwulan I 2026.

Investor domestik juga bersiap mencermati rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghapusan batas harga minimum saham sebesar Rp50.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan likuiditas serta efisiensi perdagangan. Selama lebih dari satu dekade, batas harga Rp50 diterapkan sebagai perlindungan terhadap penurunan harga yang terlalu tajam. Di sisi lain, sejumlah investor menilai aturan tersebut dapat menimbulkan distorsi pada perdagangan saham berharga rendah.

Nico menilai penghapusan batas minimum berpotensi membuat harga saham lebih mencerminkan mekanisme permintaan dan penawaran. Kebijakan itu juga dinilai sejalan dengan agenda penguatan likuiditas pasar ekuitas Indonesia, meski terdapat risiko meningkatnya aktivitas spekulatif pada saham berharga rendah.

Delapan Sektor Menguat

Sepanjang perdagangan Jumat, IHSG bergerak di zona positif sejak pembukaan. Penguatan tersebut bertahan hingga penutupan sesi pertama dan kembali terlihat menjelang berakhirnya perdagangan sesi kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, delapan sektor tercatat mengalami kenaikan. Sektor infrastruktur menjadi penguat terbesar dengan pertumbuhan 0,61 persen.

Setelahnya, sektor barang baku naik 0,57 persen, sedangkan sektor keuangan bertambah 0,31 persen.

Sebaliknya, terdapat tiga sektor yang berakhir di zona merah. Sektor kesehatan mencatat penurunan paling dalam, yakni 0,73 persen. Sektor teknologi turun 0,38 persen, sementara sektor transportasi dan logistik melemah 0,29 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan terbesar, yakni CSMI, GRIA, SDMU, PIPA, dan BLUE. Sementara saham yang mengalami tekanan terbesar antara lain HATM, SMLE, TCPI, AEGS, dan IKPM.

Aktivitas Transaksi BEI

Aktivitas perdagangan saham pada Jumat tercatat cukup tinggi. BEI membukukan 2.234.000 kali transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 56,72 miliar saham.

Nilai transaksi sepanjang perdagangan mencapai Rp17,37 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 332 saham menguat, 314 saham melemah, sedangkan 317 saham tidak mengalami perubahan.

Di kawasan regional, sejumlah indeks juga bergerak positif. Nikkei turun 0,36 persen ke 66.040,00. Sementara Shanghai naik 0,04 persen menjadi 3.905,20.

Hang Seng menguat 1,21 persen ke 25.008,46, sedangkan Kospi naik 0,88 persen ke 6.912,95. Indeks Straits Times Singapura turut menguat 0,32 persen ke 5.690,08.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan pasar global, agenda kebijakan China, dinamika harga minyak, serta sentimen terhadap rencana perubahan mekanisme perdagangan saham di BEI.

 

Tags: 69BEIBursa Efek Indonesiaekonomi globalharga sahamIHSG 6.525IHSG hari iniIHSG JumatLQ45pasar saham Asiasaham Indonesia

Related Posts

Business

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

Juli 18, 2026
Cryptocurrency

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

Juli 16, 2026
Cryptocurrency

Bitcoin’s Main Rival Ethereum Hits A Fresh Record High: $425.55

Juli 14, 2026
Business

Bitcoin Is ‘definitely not a fraud,’ CEO of Mobile-Only Bank Revolut Says

Juli 13, 2026
Markets

Wall Street’s Running of the Bulls May Trample Investors

Juli 11, 2026
World

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

Juli 8, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

Juli 17, 2026

Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

Juli 12, 2026

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

Juli 16, 2026

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

Juli 15, 2026

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

0

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

0

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

0

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

0
5 Ciri Kondisi Ekonomi Rentan, Bukan Sekadar Soal Gaji

5 Ciri Kondisi Ekonomi Rentan, Bukan Sekadar Soal Gaji

Agustus 22, 2026
IHSG Menguat 0,37 Persen, Pasar Cermati China dan Wall Street

IHSG Menguat 0,37 Persen, Pasar Cermati China dan Wall Street

Agustus 22, 2026
Saham Himbara Kompak Menguat, Asing Borong BBRI dan BBNI

Saham Himbara Kompak Menguat, Asing Borong BBRI dan BBNI

Agustus 22, 2026

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

Juli 18, 2026
  • Privacy & Policy
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Indosaham Semua Tentang Uang

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.

No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
  • World
  • Economy
  • Business
  • Opinion
  • Markets
  • Tech
  • Real Estate

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.