Transaksi tersebut bernilai sekitar Rp100 miliar dan berlangsung pada 26-28 Agustus 2026. Setelah aksi penjualan itu, kepemilikan Nextier Datamate Center di MGLV tercatat menjadi 66,93%.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan informasi tersebut melalui keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (2/9/2026).
Harga Transaksi Jauh di Bawah Pasar
Perhatian pasar tertuju pada harga pelaksanaan transaksi yang terpaut cukup jauh dari harga perdagangan saham MGLV di bursa.
Pada 27 Agustus 2026, saham MGLV ditutup di level Rp12.125 per saham. Sehari setelahnya, atau 28 Agustus 2026, saham perseroan berakhir di posisi Rp12.100 per saham.
Dengan demikian, transaksi Nextier Datamate Center menggunakan harga Rp7.250, jauh di bawah level harga saham MGLV di pasar reguler pada periode tersebut
Pengendali Lain Juga Lepas Saham MGLV
Penjualan saham oleh Nextier Datamate Center terjadi tidak lama setelah pengendali MGLV lainnya, Putra Batee, melakukan aksi serupa.
Putra Batee sebelumnya melepas 69 juta saham MGLV atau sekitar 3,62% kepemilikan dengan harga yang sama, yakni Rp7.250 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp500 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang dikutip pada Senin (31/8/2026), Putra Batee melakukan transaksi tersebut pada 20-24 Agustus 2026. Pascaaksi tersebut, kepemilikannya di MGLV turun menjadi 67,66% dari sebelumnya 71,28%.
Harga transaksi yang digunakan Putra Batee juga berada di bawah harga perdagangan saham MGLV. Pada penutupan 24 Agustus 2026, saham tersebut berada di level Rp11.225 per saham.
Sementara itu, selama periode 20-24 Agustus 2026, saham bergerak pada kisaran Rp11.075-Rp11.255 per saham.
Hingga kini, kedua pengendali tersebut belum menjelaskan alasan mereka melepas saham tersebut pada harga yang jauh di bawah pasar.
Penjualan saham yang dilakukan kedua pengendali dalam waktu berdekatan turut menarik perhatian pasar. Keduanya sama-sama menetapkan harga transaksi sebesar Rp7.250 per saham.









