JAKARTA – PT Apexindo Pratama Duta Tbk menyiapkan aksi private placement sebanyak 218 juta saham dengan harga Rp325 per saham. Perseroan akan menawarkan saham tersebut kepada HSBC Bank Plc dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
Aksi korporasi itu memiliki nilai sekitar US$4,1 juta atau setara Rp70,9 miliar. APEX menggunakan skema konversi sebagian utang untuk menjalankan transaksi tersebut.
APEX Konversi Utang Jadi Saham
Berdasarkan keterbukaan informasi yang APEX sampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), penerbitan saham baru tersebut berpotensi memberikan efek dilusi maksimal 5,79% kepada pemegang saham lama.
Manajemen APEX menjalankan private placement tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi keuangan sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Namun, APEX masih membutuhkan persetujuan pemegang saham sebelum merealisasikan rencana tersebut. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026.
APEX Kantongi Kontrak Pengeboran US$74,3 Juta
Di sisi operasional, mereka juga mendapatkan tambahan pekerjaan dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kontrak jasa pengeboran lepas pantai atau offshore drilling tersebut memiliki nilai estimasi US$74,3 juta atau sekitar Rp1,16 triliun.
APEX akan mengerjakan proyek pengeboran lepas pantai di kawasan Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Kontrak ini berpotensi meningkatkan utilisasi rig sekaligus menopang pendapatan operasional perseroan.
Dengan rencana private placement dan tambahan kontrak pengeboran tersebut, APEX tengah menjalankan langkah korporasi yang menyasar penguatan struktur keuangan sekaligus mendukung aktivitas operasional perusahaan.











