JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat pemantauan terhadap perdagangan enam saham yang menunjukkan pola pergerakan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Pemantauan tersebut mulai dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026, menyusul kenaikan harga sejumlah saham yang dinilai berada di luar pola perdagangan normal.
Enam emiten yang masuk dalam radar BEI yakni PT Charlie Hospital Semarang Tbk. (RSCH), PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), dan PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI).
BEI Minta Investor Cermati Informasi Emiten
Dalam keterbukaan informasi, BEI menjelaskan bahwa pengumuman UMA tidak otomatis berarti emiten atau pelaku pasar telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal.
Bursa juga menyatakan tengah menelaah perkembangan pola transaksi saham RSCH setelah pergerakannya menunjukkan aktivitas yang tidak biasa.
Karena itu, investor diminta tidak hanya memperhatikan pergerakan harga. BEI mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati respons emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa, kinerja perusahaan, serta setiap informasi yang disampaikan secara terbuka.
Investor juga disarankan meninjau kembali rencana aksi korporasi apabila belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sekaligus memperhitungkan berbagai risiko yang mungkin muncul sebelum mengambil keputusan investasi.
RSCH Naik 19,72% Sebulan
Saham RSCH pada perdagangan 26 Agustus 2026 ditutup melemah 0,58% ke level Rp340 per saham hingga pukul 16.00 WIB. Kendati turun pada perdagangan tersebut, kinerja bulanannya masih mencatat kenaikan 19,72%.
Namun, jika dihitung sejak awal tahun, saham RSCH masih berada di zona negatif dengan penurunan 17,07%.
SAFE Melonjak 63,56% dalam Sebulan
Pergerakan yang tak kalah mencolok terlihat pada saham SAFE. Pada perdagangan yang sama, saham tersebut menguat 25% hingga mencapai Rp615 per saham.
Dalam periode satu bulan, SAFE telah mencatat kenaikan 63,56%. Sementara secara year to date (YTD), saham tersebut sudah menguat 60,99%.
JARR dan MGLV Juga Masuk Pemantauan
BEI turut menyoroti saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR). Pada perdagangan 26 Agustus, saham emiten tersebut naik 2,23% menjadi Rp3.210 per saham.
Dalam satu bulan terakhir, JARR telah mengalami kenaikan 69,84%. Sementara sejak awal tahun, saham tersebut mencatat pertumbuhan 0,63%.
Pergerakan lebih ekstrem terjadi pada MGLV. Saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. tersebut menguat 4,19% pada perdagangan kemarin dan berakhir di level Rp11.800 per saham.
Secara bulanan, MGLV telah naik 38,82%. Adapun secara YTD, kenaikannya mencapai 387,60%.
PICO dan FPNI Ikut Dipantau
Selain empat saham tersebut, BEI memasukkan PICO dan FPNI dalam daftar saham yang tengah dicermati karena kenaikan harga yang dinilai berada di luar kewajaran.
Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO) tercatat mengalami kenaikan 54,20% dalam sebulan. Sementara saham PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) melesat 113,14% dalam periode yang sama.
Pemantauan UMA merupakan langkah Bursa untuk mencermati aktivitas perdagangan saham yang menunjukkan pola tidak biasa. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi fundamental, keterbukaan informasi, serta risiko masing-masing emiten sebelum menentukan keputusan investasi.















