INDOSAHAM
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 18, 2026
  • beranda
  • Saham
    • Berita Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • BEI
    • Indeks Saham
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Nasional
    • Ekonomi Global
    • Inflasi
    • Suku Bunga
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Komoditas
    • Kripto
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Iklan
    • Opini
    • Mflhverse
INDOSAHAM
  • beranda
  • Saham
    • Berita Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • BEI
    • Indeks Saham
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Nasional
    • Ekonomi Global
    • Inflasi
    • Suku Bunga
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Komoditas
    • Kripto
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Iklan
    • Opini
    • Mflhverse
No Result
View All Result
INDOSAHAM
No Result
View All Result
Home Berita Saham

Harga Emas Anjlok 2,7%, Tertekan Yield Treasury dan Dolar AS

by Romi Septiansyah
September 2, 2026
in Berita Saham
0
Harga Emas Anjlok 2,7%, Tertekan Yield Treasury dan Dolar AS

Harga Emas Anjlok 2,7%, Tertekan Yield Treasury dan Dolar AS

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Harga emas kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), logam mulia tersebut merosot 2,7% setelah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar AS memicu aksi jual di pasar.

Mengacu pada data Refinitiv, emas ditutup pada US$4.328,6 per troy ons. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 6 Agustus 2026.

RelatedPosts

Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

Penurunan tajam itu sekaligus memperpanjang tren negatif emas. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, harga emas telah terkoreksi sekitar 6%.

Meski demikian, tekanan mulai mereda pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Pada pukul 06.56 WIB, harga emas tercatat naik tipis 0,05% menjadi US$4.330,83 per troy ons.

Yield Obligasi AS Jadi Beban Emas

Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff menilai pelemahan emas tidak terlepas dari tekanan teknikal yang terjadi di pasar.

Menurut Wyckoff, kenaikan imbal hasil obligasi di berbagai negara hingga mencapai level yang tidak terlihat dalam beberapa tahun terakhir turut membebani daya tarik emas.

Ia juga menyoroti penurunan harga emas hingga berada di bawah moving average 200 hari sebagai sinyal teknikal yang penting bagi pasar.

Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah imbal hasil Treasury AS meningkat ke level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa. Kondisi tersebut terjadi ketika meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong aksi jual obligasi secara global.

Secara historis, emas kerap menjadi salah satu aset yang digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga dan imbal hasil Treasury meningkat, daya tarik emas dapat berkurang karena investor menghadapi biaya peluang lebih tinggi saat memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Pada saat yang sama, penguatan dolar AS meningkatkan biaya pembelian emas bagi investor di luar AS.

Pasar Kembali Perhitungkan Kebijakan The Fed

Tekanan terhadap emas juga berlangsung setelah harga logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pekan sebelumnya.

Harga emas kemudian anjlok lebih dari 3% pada Jumat setelah Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve AS, menegaskan bahwa The Fed masih perlu mengambil langkah jika inflasi belum bergerak menuju target 2%.

Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini kini mencapai 66%.

Perhatian investor berikutnya tertuju pada sejumlah indikator ekonomi AS. Pasar akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan data nonfarm payrolls pada Jumat untuk menentukan arah kebijakan ekonomi AS selanjutnya.

Wyckoff memperkirakan pergerakan emas dalam waktu dekat masih menghadapi tekanan. Menurut dia, skenario yang paling mungkin adalah harga bergerak mendatar atau cenderung melemah dalam jangka pendek. Prospek serupa juga berlaku untuk perak.

Harga Perak Turut Tertekan

Koreksi tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak juga mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (1/9/2026).

“Berdasarkan data Refinitiv, harga perak mengakhiri perdagangan di US$64,25 per troy ons, turun 3,4% dari sesi sebelumnya.”

Penurunan tersebut membawa harga perak ke level terendah sejak 7 Agustus 2026.

Tekanan terhadap perak masih berlanjut pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Pada pukul 07.03 WIB, harga komoditas tersebut turun 0,1% menjadi US$64,18 per troy ons.

Dengan demikian, pergerakan imbal hasil obligasi AS, penguatan dolar, serta ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve masih membayangi pasar logam mulia.”

Tags: dolar ASharga emasharga emas duniaharga emas hari iniharga emas terbaruharga perakharga perak duniasuku bunga ASThe FedTreasury AS

Related Posts

Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya
Berita Saham

Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

September 2, 2026
IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45
Berita Saham

IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

September 2, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

Juli 17, 2026

Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

Juli 12, 2026

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

Juli 16, 2026

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

Juli 15, 2026

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

0

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

0

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

0

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

0
Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

September 2, 2026
Pengendali MGLV Kembali Jual Saham di Bawah Harga Pasar

Pengendali MGLV Kembali Jual Saham di Bawah Harga Pasar

September 2, 2026
IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

September 2, 2026
IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

September 2, 2026
  • Privacy & Policy
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Indosaham Semua Tentang Uang

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.

No Result
View All Result
  • Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Berita Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • Indeks Saham
    • BEI
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Global
    • Ekonomi Nasional
    • Inflasi
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Kripto
    • Komoditas
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Opini
    • Iklan
    • Mflhverse

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.