INDOSAHAM
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 18, 2026
  • beranda
  • Saham
    • Berita Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • BEI
    • Indeks Saham
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Nasional
    • Ekonomi Global
    • Inflasi
    • Suku Bunga
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Komoditas
    • Kripto
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Iklan
    • Opini
    • Mflhverse
INDOSAHAM
  • beranda
  • Saham
    • Berita Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • BEI
    • Indeks Saham
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Nasional
    • Ekonomi Global
    • Inflasi
    • Suku Bunga
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Komoditas
    • Kripto
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Iklan
    • Opini
    • Mflhverse
No Result
View All Result
INDOSAHAM
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pengguna Kripto Indonesia Tembus 22,69 Juta pada Juni 2026

by Romi Septiansyah
Agustus 24, 2026
in Uncategorized
0
Pengguna Kripto Indonesia Tembus 22,69 Juta pada Juni 2026

Pengguna Kripto Indonesia Tembus 22,69 Juta pada Juni 2026

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Jumlah pengguna aset kripto di Indonesia terus bertambah. Hingga Juni 2026, tercatat 22,69 juta orang telah menjadi pengguna aset kripto, di tengah penguatan regulasi dan meningkatnya keterlibatan pelaku institusi di industri digital.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan ekosistem kripto nasional tidak lagi hanya bertumpu pada aktivitas perdagangan. Kepastian aturan, inovasi produk, serta perlindungan konsumen mulai menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi aset digital di dalam negeri.

RelatedPosts

IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

IHSG Sesi I Naik 0,70% ke Level 6.450,276

IHSG Menguat 0,70% ke 6.450 pada Sesi I Perdagangan

Regulasi Jadi Fondasi Masuknya Institusi

Co-Founder Indodax Oscar Darmawan mengatakan kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu syarat penting untuk membangun kepercayaan institusi terhadap industri kripto Indonesia.

Menurut Oscar, perkembangan produk dan layanan juga harus berjalan beriringan dengan kepastian aturan. Dengan semakin banyak pilihan layanan yang berada dalam ekosistem resmi dan teregulasi, pengguna dinilai memiliki alasan lebih kuat untuk tetap menggunakan platform domestik.

Ia juga menilai regulatory sandbox yang dikembangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menjadi sarana untuk menguji inovasi sebelum produk baru ditawarkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Pesatnya perkembangan teknologi membuat proses pengujian tersebut penting. Regulatory sandbox memungkinkan inovasi dievaluasi lebih dahulu sehingga pengembangan industri dapat berlangsung secara lebih terarah tanpa menghambat munculnya produk baru.

Pemerintah Dorong Pengembangan Ekosistem Digital

Pemerintah turut melihat aset digital sebagai bagian dari agenda investasi nasional. Salah satu arah pengembangannya berkaitan dengan rencana menjadikan Bali sebagai pusat teknologi dan Web3.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menekankan bahwa pemerintah dan regulator memiliki peran dalam menciptakan kerangka serta kepastian bagi industri. Sementara itu, pengembangan inovasi dan produk tetap berada di tangan perusahaan serta pelaku teknologi.

Pandangan tersebut memperlihatkan adanya pembagian peran antara pemerintah, regulator, dan industri dalam membangun ekosistem aset digital yang berkelanjutan.

Kripto Mulai Masuk ke Instrumen Finansial Baru

Perubahan juga terlihat dari jenis produk yang berkembang. Pasar kripto Indonesia mulai bergerak melampaui pola penggunaan yang sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan aktivitas spekulatif.

Salah satu inovasi yang mencuat adalah tokenized stocks atau saham yang direpresentasikan dalam bentuk token berbasis teknologi blockchain. Produk tersebut memberikan alternatif akses bagi investor domestik yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham global.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai kepastian regulasi turut mengubah persepsi masyarakat terhadap aset kripto. Menurut dia, kondisi saat ini memberikan rasa aman yang lebih besar karena aturan dan aspek perlindungan konsumen semakin diperjelas.

Calvin juga menjelaskan bahwa tokenized stocks dapat menyederhanakan akses terhadap saham Amerika Serikat. Sebelumnya, calon investor harus membuat akun pialang di luar negeri dan melewati sejumlah tahapan sebelum dapat berinvestasi.

Dengan mekanisme tokenisasi, akses tersebut dapat dilakukan dengan proses yang lebih sederhana dibandingkan prosedur investasi saham global melalui perantara luar negeri.

Edukasi Tetap Menjadi Tantangan

Meski jumlah pengguna terus meningkat dan inovasi produk semakin berkembang, pertumbuhan industri aset digital tetap perlu disertai pemahaman yang memadai mengenai risiko.

Edukasi kepada pengguna menjadi penting agar peningkatan adopsi tidak hanya didorong oleh kemudahan akses terhadap produk keuangan berbasis blockchain. Pemahaman mengenai karakteristik aset, risiko investasi, serta penggunaan layanan yang berada dalam kerangka regulasi juga menjadi bagian penting dari perkembangan ekosistem kripto nasional.

Dengan jumlah pengguna yang telah mencapai 22,69 juta hingga Juni 2026, arah perkembangan industri kripto Indonesia kini semakin dipengaruhi oleh kombinasi antara kepastian regulasi, inovasi teknologi, keterlibatan institusi, dan peningkatan literasi pengguna.

Tags: aset digitalaset kripto IndonesiaIndodaxinvestasi aset digitaljumlah pengguna kripto 2026kripto Indonesiapengguna kripto Indonesiaregulatory sandbox OJKtokenized stocksTokocrypto

Related Posts

IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45
Uncategorized

IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

September 2, 2026
IHSG Sesi I Naik 0,70% ke Level 6.450,276
Uncategorized

IHSG Sesi I Naik 0,70% ke Level 6.450,276

September 2, 2026
IHSG menguat 0,70% ke 6.450,28 pada sesi I Kamis, 27 Agustus 2026. Seluruh sektor saham berada di zona hijau.
Uncategorized

IHSG Menguat 0,70% ke 6.450 pada Sesi I Perdagangan

September 2, 2026
HP Capital Resources Kuasai 22,44% Saham LUCY
Uncategorized

HP Capital Resources Kuasai 22,44% Saham LUCY

September 2, 2026
Morgan Stanley Tambah Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kini Pegang 5,15%
Uncategorized

Morgan Stanley Tambah Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kini Pegang 5,15%

September 2, 2026
Pendapatan RANS Turun 13%, Laba Bersih Justru Naik
Uncategorized

Pendapatan RANS Turun 13%, Laba Bersih Justru Naik

September 2, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

Juli 17, 2026

Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

Juli 12, 2026

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

Juli 16, 2026

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

Juli 15, 2026

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

0

UK Faces Two Decades of No Earnings Growth and More Austerity

0

High-Speed Traders In Search of New Markets Jump Into Bitcoin

0

Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

0
Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

Apexindo APEX Terbitkan 218 Juta Saham, Ini Tujuannya

September 2, 2026
Pengendali MGLV Kembali Jual Saham di Bawah Harga Pasar

Pengendali MGLV Kembali Jual Saham di Bawah Harga Pasar

September 2, 2026
IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Berakhir di Level 6.581,45

September 2, 2026
IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

IHSG Sesi I Turun 0,28% ke Level 6.581,45

September 2, 2026
  • Privacy & Policy
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Indosaham Semua Tentang Uang

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.

No Result
View All Result
  • Saham
    • Rekomendasi Saham
    • Berita Saham
    • Saham Blue Chip
    • Saham Dividen
    • Analisis Saham
    • IPO
    • Aksi Korporasi
  • Pasar Modal
    • IHSG
    • Indeks Saham
    • BEI
    • Nilai Rupiah
    • Emiten
    • Broker
    • Reksadana
  • Ekonomi
    • Ekonomi Global
    • Ekonomi Nasional
    • Inflasi
  • Investasi
    • Strategi Investasi
    • Manajemen Risiko
    • Financial Planning
  • Bisnis
  • Trading
    • Trading Saham
    • Technical Analysis
    • Forex
    • Kripto
    • Komoditas
  • Tekno
    • Fintech
    • AI
    • Teknologi Finansial
    • Digitalisasi
  • Keuangan
    • Perbankan
    • Pajak
    • Asuransi
  • Lainnya
    • Edukasi
    • Opini
    • Iklan
    • Mflhverse

© 2026 Indosaham - All Rights Reserved. Indosaham.